Penasihat Keamanan AS Bolton Mundur, Bagaimana Nasib Pertemuan Trump-Rouhani?

Nathania Riris Michico
Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton bersama Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP / MARK WILSON)

WASHINGTON, iNews.id - Dua pejabat top pemerintahan Presiden Donald Trump mengatakan siap bertemu dengan delegasi Iran tanpa prasyarat. Hal itu terungkap setelah presiden Amerika Serikat (AS) memecat Penasihat Keamanan Nasional AS yang hawkish, John Bolton.

Meski Bolton mundur, Trump menegaskan tak akan mengurangi tekanan terhadap Iran.

Ketika memecat Bolton, muncul spekulasi bahwa Trump akan melunakkan pendekatannya ke Iran. Namun Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Mike Pompeo membantah hal itu dan menggemakan tuduhan Israel bahwa Iran mengembangkan lokasi nuklir rahasia.

Di tengah iklim politik yang panas, loyalis pemerintahan Trump mengisyaratkan siap bertemu dengan Presiden Iran Hassan Rouhani, ide yang diusulkan Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam upaya menyelamatkan perjanjian nuklir 2015 dengan Iran.

AS menarik diri dari pernajian itu pada tahun lalu.

"Sekarang presiden telah memperjelas, dia senang melakukan pertemuan tanpa prasyarat, tetapi kami mempertahankan kampanye tekanan maksimum," kata Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin, seperti dilaporkan AFP, Rabu (11/9/2019).

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
57 tahun lalu

AS Kendalikan Aset Iran Rp1.870 Triliun, Kalau Dicairkan Harus Dipakai Beli Pangan Produk Amerika

57 tahun lalu

Pakistan: Ada Pihak yang Ingin Gagalkan Perdamaian AS-Iran

57 tahun lalu

Iran Peringatkan Kapal-Kapal: Selat Hormuz Masih Berbahaya!

57 tahun lalu

Nah, Menteri Israel Ini Sebut Perdamaian AS-Iran Tak Tahan Lama

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal