Pemimpin Hong Kong: Saya Akan Mundur jika Punya Pilihan

Nathania Riris Michico
Pemimpin Hong Kong, Carrie Lam. (FOTO: Sam Tsang/ South China Morning Post)

Namun hal itu gagal meredam aksi protes para pengunjuk rasa. Sebaliknya, mereka memperluas tuntutannya dengan memasukkan penyelidikan terhadap aksi kekerasan polisi dan reformasi demokrasi.

Banyak juga yang menyerukan diakhirinya apa yang mereka anggap sebagai campur tangan China dalam urusan Hong Kong.

"Bagi kepala eksekutif yang menyebabkan kekacauan besar di Hong Kong, ini tidak bisa dimaafkan," ujar Lam.

Dalam rekaman itu, tak jarang suara Lam terdengar terisak saat mengungkapkan dampak dari krisis yang sudah berjalan selama tiga bulan terakhir.

Tiga orang yang menghadiri pertemuan itu mengonfirmasi jika Lam membuat pernyataan itu dalam pembicaraan yang berlangsung sekitar setengah jam. Rekaman berdurasi 24 menit dari pidatonya itu diperoleh oleh Reuters.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
57 tahun lalu

BI Targetkan QRIS Bisa Digunakan di India hingga Hong Kong pada 2026

57 tahun lalu

V+Short Bawa Terobosan Baru Mobile Storytelling pada Peluncuran Eksklusif di Hong Kong

57 tahun lalu

Jimmy Lai, Taipan Media dan Aktivis Prodemokrasi Divonis 20 Tahun Penjara di Hong Kong

57 tahun lalu

Meriahnya Perayaan Malam Tahun Baru 2026 di Berbagai Negara

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal