Pemimpin Hong Kong: Saya Akan Mundur jika Punya Pilihan

Nathania Riris Michico
Pemimpin Hong Kong, Carrie Lam. (FOTO: Sam Tsang/ South China Morning Post)

Lam mencatat, dirinya memiliki beberapa pilihan begitu masalah diangkat ke tingkat nasional, referensi kepada kepemimpinan di Beijing.

"(Masalah) kedaulatan dan tingkat keamanan, apalagi di tengah-tengah ketegangan yang belum pernah terjadi sebelumnya antara dua ekonomi besar di dunia," ujarnya.

"Dalam situasi seperti itu, ruang politik untuk kepala eksekutif yang, sayangnya harus melayani dua tuan dengan konstitusi, yaitu pemerintah pusat dan rakyat Hong Kong, ruang politik untuk bermanuver sangat, sangat, sangat terbatas," tuturnya.

Aksi demonstrasi ini awalnya dipicu oleh penolakan terhadap rancangan undang-undang (RUU) ekstradisi yang memungkinkan kriminal diekstradisi ke China daratan. Aksi protes yang terus meningkat membuat Lam menangguhkan pembahasan RUU itu pada 15 Juni.

Beberapa pekan kemudian, pada 9 Juli, dia mengumumkan bahwa RUU itu sudah tamat.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
2 hari lalu

Jimmy Lai, Taipan Media dan Aktivis Prodemokrasi Divonis 20 Tahun Penjara di Hong Kong

Internasional
1 bulan lalu

Meriahnya Perayaan Malam Tahun Baru 2026 di Berbagai Negara

Internasional
2 bulan lalu

Kebakaran Apartemen Hong Kong Renggut 159 Nyawa, Departemen Pemadam Kebakaran Dibohongi

Internasional
2 bulan lalu

Polisi Hong Kong Tangkap 21 Orang terkait Kebakaran Apartemen, Korban Tewas 159

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal