Pemimpin Hong Kong Carrie Lam Pastikan RUU Ekstradisi Akan Dicabut

Anton Suhartono
Carrie Lam pastikan RUU ekstradisi akan dicabut (Foto: AFP)

Setelah jutaan orang turun ke jalan pada Juni, Lam menangguhkan RUU, namun tak cukup meredam kemarahan demonstran karena dipandang sekadar akal-akalan.

Para aktivis prodemokrasi tak sepakat jika Lam hanya sekadar menangguhkannya. Mereka berlalasan RUU ini bisa dibahas lagi dalam agenda legislatif yang masa jabatannya akan berakhir pada 2020.

Lam menyampaikan dia menginginkan UU ekstradisi untuk mengejar para penjahat yang memperlakukan Hong Kong sebagai tempat aman atau pelarian dari aksi kriminal mereka.

Sehari setelah dia menangguhkan RUU pada Juni, sekitar 2 juta orang turun ke jalan, rekor aksi unjuk rasa terbesar sejak 3 bulan ini.

Setelah itu Lam mengatakan bahwa RUU itu telah "mati", menekankan bahwa tidak ada kemungkinan akan diajukan kembali ke parlemen.

Tuntutan demonstran pun berkembang lebih luas, termasuk desakan penyelidikan independen terhadap dugaan kebrutalan polisi dalam menangani massa serta pembebasan demonstran yang ditangkap.

Tuntutan lain, massa ingin warga Hong Kong dapat secara langsung memilih pemimpin mereka. Selama ini pemimpin Hong Kong dipilih langsung oleh Beijing.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Didemo Warga, Presiden Bolivia Potong Gajinya dan Para Menteri 50%

57 tahun lalu

Momen Polisi Bagikan Air Mineral hingga Roti ke Massa Demo Ojol di Jakpus

57 tahun lalu

BI Targetkan QRIS Bisa Digunakan di India hingga Hong Kong pada 2026

57 tahun lalu

V+Short Bawa Terobosan Baru Mobile Storytelling pada Peluncuran Eksklusif di Hong Kong

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal