Namun semua bisa berubah jika partai sayap kiri Hadash Ta'al yang dipimpin kelompok Arab memberikan dukungan untuk Lapid. Pada pemilu lalu, partai ini mendukung Lapid untuk mengalahkan Netanyahu. Namun pada pemilu kali ini mereka memutuskan tak akan mendukung pemerintah lagi.
Dari hasil polling memang terlihat tak ada kelompok yang bisa memenangkan pemilu secara mutlak. Oleh karena itu akan ada negosiasi alot selama beberapa pekan untuk merebut mayoritas parlemen. Jika gagal, Israel kembali menggelar pemilu.
Berikut beberapa skenario...
Berikut beberapa skenario yang mungkin terjadi dalam pemilu Israel 2022:
Benjamin Netanyahu Menang
Jika koalisi Netanyahu memenangkan setidaknya 61 kursi Knesset, dia kemungkinan akan membentuk pemerintahan koalisi, beranggotakan kelompok sayap kanan Yahudi yang pro-Zionisme.
Ini akan menjadi tantangan berat bagi Palestina karena kebijakan-kebijakan pemerintahan Netanyahu akan sangat merugikan. Selain itu bisa merusak proses perdamaian yang tengah pemerintahan Presiden Amerika Serikat Joe Biden yang mendukung solusi dua negara.
Yair Lapid Menang
Jika koalisi Lapid unggul atas kelompok Netanyahu, dia kemungkinan membentuk pemerintahan koalisi serupa dengan yang dia pimpin saat ini. Pada September, Lapid mendukung solusi dua negara dengan Palestina namun prospek untuk pembicaraan tetap redup. Konflik antara pasukan Israel dan penduduk Palestina di Tepi Barat tetap tinggi.