PBB: Pembersihan Etnis Rohingya di Myanmar Masih Berlanjut

Nathania Riris Michico
Warga etnis Rohingya yang kelaparan. (Foto: Reuters)

"Tampaknya kekerasan yang meluas dan sistematis terhadap Rohingya masih tetap ada. Sifat kekerasan (di Myanmar) berubah dari pembunuhan dan pemerkosaan massal ke teror yang intensitasnya lebih rendah, seperti dibiarkan mati kelaparan, yang tampaknya sengaja dirancang untuk mengusir warga Rohingya yang tersisa dari rumah mereka ke Bangladesh," ujar Gilmour, menambahkan.

Pekan lalu Komisioner HAM PBB mengindikasikan adanya pembantaian dan pembersihan etnis Rohingya di Negara Bagian Rakhine. Hal ini bisa memicu konflik berbau agama yang lebih luas di kawasan.

Hampir 700.000 Muslim Rohingya mengungsi ke Bangladesh sejak kekerasan militer Mynamar pada 25 Agustus 2017. Organisasi Dokter Lintas Batas dalam laporannya menyebut, 6.700 Muslim Rohingya dibantai pada bulan pertama aksi kekerasan.

Mereka ditembaki, bahkan ada yang dibakar hdup-hidup di dalam rumah. Selain itu, para perempuan dewasa dan anak-anak menjadi korban pemerkosaan.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
3 hari lalu

2 WNI Disandera di Myanmar, Pelaku Minta Tebusan Rp200 Juta

4 hari lalu

Viral 2 WNI Diduga Disekap hingga Diperas Rp220 Juta di Myanmar, Polri Turun Tangan

7 hari lalu

500 Lebih Pengungsi Rohingya Dikhawatirkan Tewas akibat Kapal Tenggelam

26 hari lalu

Markas Judol di Hayam Wuruk Pakai Pola Operasi ala Kamboja dan Myanmar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal