"Tes laboratorium, rontgen dada, dan kondisi klinis Bapa Suci menunjukkan gambaran yang kompleks," bunyi pernyataan Vatikan.
Selain itu petugas medis menjelaskan, Paus menderita infeksi saluran pernapasan polimikroba. Campuran virus, bakteri, dan kemungkinan organisme lain telah berkoloni di saluran pernapasan menyebabkan pneumonia ganda. Infeksi tersebut menjadi perhatian khusus karena Paus telah menjalani operasi pengangkatan sebagian paru-parunya beberapa tahun lalu.
Dua orang dekat mengatakan kepada portal berita Amerika Serikat Politico, mereka dibisiki oleh Paus mungkin tidak akan bisa bertahan kali ini.
Paus pernah mengatakan telah mempersiapkan makam, namun lokasinya tidak di dalam Vatikan, melainkan negara lain. Dia juga sudah menyiapkan peti mati. Ini berbeda dengan tradisi Vatikan bahwa seorang pemimpin Katolik dunia akan dimakamkan di tempat khusus, juga menggunakan peti khusus.
Sementara itu Pemerintah Vatikan pada Kamis (20/2/2025) melaporkan, kondisi Paus Fransiskus sedikit membaik berdasarkan beberapa parameter.