Pascapembunuhan 3 Jemaat di Nice, Pemuda Muslim Prancis Inisiatif Jaga Keamanan Gereja

Arif Budiwinarto
Para pemuda Muslim Prancis berjaga di depan Gereja Katedral Saint-Fulcran di Lodeve, selatan Prancis. Mereka berinisiatif melakukannya pascapembunuhan 3 jemaat di gereja di Nice pekan lalu. (foto: AP)

Elyazid merupakan keturunan imigran dari Aljazair. Meskipun demikian, fakta tersebut tak menyurutkan semangatnya ikut berkontribusi bagi kedamaian Prancis, tanah kelahirannya.

"Saya tumbuh berbicara Prancis, tapi saya juga Muslim, dan kami telah melihat Islamofobia di negara ini, dan terorisme," ungkapnya.

"Dalam beberapa tahun terahir, saya merasa kesal karena setiap kali kekerasan ekstrimis Islam melanda Prancis," lanjutnya.

Aksi teror di Prancis bukan wajah Islam sebenarnya

Dalam sebulan terakhir Prancis diguncang sejumlah aksi terorisme, mulai dari pembunuhan seorang guru setelah membicaraan kartun Nabi Muhammad, kemudian penikaman tiga jemaat di gereja Nice, serta penembakan pendeta dari jarak dekat di Lyon.

Dalam pandangan Elyazid, insiden-insiden tersebut sama sekali bukanlah wajah Islam yang sebenarnya melaikan gerakan teror yang mengatasnamakan Islam.

"Muslim Prancis menghadapi stigmatisasi baru, meskipun kami tidak ada hubungannya dengan itu," ucapnya.

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Negara-Negara Barat Kompak Kecam Israel Serang Lebanon: Hizbullah Akan Semakin Kuat

57 tahun lalu

Istana Bantah Kabar Prabowo bakal ke Italia usai Kunjungi Prancis

57 tahun lalu

PSG Juara Liga Champions, Suporter di Paris Malah Rusuh hingga Bakar Mobil

57 tahun lalu

Prabowo Bawa Pulang Kesepakatan Bisnis Rp61,25 Triliun usai Lawatan ke Prancis

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal