Singkat cerita, pasangan suami istri itu berpisah begitu lama tanpa ada kabar yang sampai. Sebenarnya Qiu mengirim surat beberapa kali ke rumah, namun tak ada yang sampai. Namun dari sumber lain, Li mendengar pertempuran dengan Jepang berlangsung tak seimbang, banyak tentara yang tewas. Dia mendengar banyak kabar buruk mengenai tentara di garis depan.
Meski sudah 10 tahun berlalu, kabar Qiu tak juga sampai ke telinga Li. Dia memutuskan kembali ke kampung halaman di Rongchang. Saat itu dia memulai kehidupan seorang diri karena orangtuanya sudah meninggal.
Meski demikian Li masih terus berusaha mencari kabar Qiu. Pada satu titik, Li mendapat kabar bahwa ada orang yang bernama seperti suaminya bergabung dengan Partai Nasionalis Kuomintang. Ini sangat berisiko karena kelompok itu sedang berselisih dengan Partai Komunis China. Dia pun memutuskan mencari suaminya di Chongqing, kemudian mengubah nama menjadi Liu Zehua agar identitasnya tersamarkan. Liu mencari suaminya selama 14 tahun, namun tak ada juga tanda-tanda keberadaannya.
Akhirnya dia meyakini bahwa Qiu sudah meninggal di medan perang. Setelah itu Liu kembali menikah lagi dengan pria lain. Suami kedua adalah seorang juru masak dari Fuling. Namun rumah tangga mereka tak awet karena sang suami ringan tangan. Setelah cerai, dia tinggal di Chongqing dan bekerja sebagai pembantu rumah tangga.
Sementara itu Qiu tinggal di Chongqing. Karena pernah menjadi tentara dia diangkat menjadi polisi, bahkan sempat menjabat kepala kepolisian. Qiu juga menikah dengan perempuan lain dan dikaruniai dua anak, laki-laki dan perempuan.