Puluhan anggota dari mayoritas Syiah di parlemen Irak meneriakkan menolak pasukan AS dan mendukung Iran serta komandan militernya yang terbunuh, Qasem Soleimani, sebelum pemungutan suara pada Minggu (5/1/2020).
Resolusi parlemen tidak mengikat, tetapi Perdana Menteri sementara Irak, Adel Abdul Mehdi, sebelumnya mendesak parlemen mengambil langkah-langkah mendesak dan sesegera mungkin mengakhiri kehadiran pasukan asing di negaranya.
Saat ini sekitar 5.200 tentara AS ditempatkan di pangkalan-pangkalan Irak untuk mendukung pasukan lokal mencegah kebangkitan kelompok jihadis ISIS.