Dalam pemberitaannya, media-media di China juga memperkenalkan istilah PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) sebagai pembatasan pergerakan masyarakat lokal yang diberlakukan di Indonesia. Pembatasan beberapa tempat publik di Indonesia, termasuk pusat perbelanjaan, tempat hiburan, dan arena olahraga sudah mulai dilonggarkan, tulis mereka.
Pemberitaan mengenai pembukaan kembali objek-objek wisata di Pulau Dewata itu juga menjadi suguhan menarik media-media dengan Bahasa Mandarin di China. Surat kabar Zhongguo Xinwenwang menulis berita dengan judul “Covid-19 di Bali di bawah 1.000 kasus menjadi bagian dari pertimbangan pembukaan pariwisata”.
Bahkan laman berita tersebut mencantumkan jumlah kasus terakhir positif pada 4 Oktober, yakni kasus baru sebanyak 922, kumulatif (4.220.206), kematian baru (88), dan kematian kumulatif (142.261). “Ini adalah kasus terendah sejak Indonesia dilanda gelombang kedua pandemi pada Juni lalu,” tulis Zhongguo Xinwenwang.
Beberapa tahun sebelum Covid-19 merebak, China menjadi kontributor terbesar wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia, khususnya Bali. Dalam setiap tahun terdapat sekitar 2,5 juta kunjungan wisatawan dari China ke Indonesia.