Komando Pusat AS (Centcom) mengumunkan serangan pertahanan diri terbaru sebagai "tanggapan terhadap agresi Iran yang tidak beralasan dan berkelanjutan".
Akibat serangan tersebut ledakan terdengar di Pulau Qeshm, Teluk Hormuz, serta sejumlah kota lain, termasuk Bandar Abbas, Sirik, dan Minab
Sebelumnya Trump menulis di akun media sosial Truth Social, para pemimpin Iran "terlalu lama bernegosiasi untuk mencapai kesepakatan".
Pernyataan itu dilanjutkan dengan ancaman bahwa AS akan menyerang Iran lebih keras lagu, termasuk menargetkan infrastruktur jembatan dan pembangkit listrik.
Sebagai respons, komando militer tertinggi Iran menutup total Selat Hormuz. Seluruh kapal yang melintas di Selat Hormuz, termasuk kapal tanker minyak dan kapal kargo, akan menjadi target serangan.
Peringatan itu langsung diikuti aksi Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang mengumumkan telah menyerang dua kapal tanker minyak yang disebut melakukan pelayaran ilegal di jalur perairan strategis tersebut.