Palau Desak AS Bangun Pangkalan Militer di Wilayahnya, Antisipasi Pengaruh China

Arif Budiwinarto
Pangkalan militer Amerika Serikat di Okinawa, Jepang. Ini merupakan salah satu pangkalan militer AS di kawasan Asia. (foto: Euronews)

KOROR, iNews.id -Palau, negara kecil di Samudera Pasifik, secara khusus meminta pada Amerika Serikat membangun pangkalan militer di wilayahnya. Permintaan tersebut untuk melawan pengaruh China yang dianggap membahayakan bagi kawasan Asia-Pasifik.

"Permintaan Palau kepada militer Amerika Serikat tetap sederhana, membangun fasilitas penggunaan bersama, kemudian datang dan menggunakannya secara teratur," kata Presiden Palau, Tommy Remengesau dalam surat resmi kepada Kepala Pertahanan AS dikutip dari AFP, Jumat (4/9/2020).

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Mark Esper, mengunjungi negara pulau itu pekan lalu. Dalam pidatonya, Esper menuduh China melakukan "aktivitas destabilisasi yang berlangsung di kawasan Pasifik."

Meskipun Palau merupakan negara merdeka, tetapi tidak memiliki militer. Amerika bertanggung jawab atas pertahanan negara seluas 459 km persegi itu di bawah perjanjian dengan Washington yang disebut Compact of Free Association.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, militer AS memiliki akses ke pulau-pulau negara itu meskipun tidak ada pasukan yang ditempatkan secara permanen di sana.

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Lesu, Rupiah Hari Ini Ditutup Ambles ke Rp17.843 per Dolar AS

57 tahun lalu

Perjanjian Damai dengan Iran Terancam Batal gegara Israel, Begini Tanggapan AS

57 tahun lalu

PM Inggris Keir Starmer Diisukan Akan Mundur, Ini Kata Trump

57 tahun lalu

AS Janji Ubah Hubungan dengan Iran secara Drastis, jika...

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal