“Kami tidak senang dengan situasi keamanan yang sedang kami alami, tapi jika kita mengikuti narasi (hanya umat Kristen yang menjadi korban), tidak, itu tidak benar. Tidak ada genosida Kristen di Nigeria," ujarnya, dalam wawancara dengan Al Jazeera, dikutip Senin (3/11/2025).
Dia membenarkan kelompok-kelompok militan melakukan pembunuhan, namun targetnya acak, tidak mengincar umat suatu agama tertentu.
"Umat Muslim juga dibunuh. Penganut agama tradisional juga dibunuh. Mayoritas bukan umat Kristen,” ujarnya.
Ebienfa menegaskan, Nigeria siap bekerja sama dengan mitra-mitranya untuk memerangi kelompok-kelompok ini, namun tidak akan menoleransi pelanggaran terhadap kedaulatan negaranya.
Dia juga membantah pemerintah Nigeria membiarkan pembunuhan tersebut terjadi.
"Pembunuhan warga Nigeria mana pun, di bagian mana pun di negara ini, merupakan kehilangan bagi pemerintah. Pelaku pembunuhan ini adalah kelompok teroris Boko Haram dan kelompok-kelompok lain yang berafiliasi dengan Al Qaeda dan ISIS yang terus-menerus memperparah krisis," tuturnya.