TEHERAN, iNews.id - Iran memperingatkan serangan terhadap pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di negaranya bisa melenyapkan kehidupan di negara-negara Teluk Persia atau negara-negara Arab. Dampak kehancuran dari serangan tersebut bukan hanya dirasakan oleh Iran semata.
Peringatan keras itu disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi di media sosial X, Sabtu (4/4/2026), menyusul serangan gabungan AS dan Israel terhadap PLTN Bushehr yang dikelola bersama Rusia.
Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) menyatakan, fasilitas PLTN Bushehr diserang beberapa kali menyebabkan seorang karyawannya tewas.
Dia mengaitkan serangan terhadap PLTN di Ukraina oleh Rusia yang memicu kemarahan negara-negara Barat. Namun saat PLTN di Iran yang dibom, Barat bungkam.
"Ingat kemarahan Barat tentang permusuhan di dekat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia di Ukraina? Israel-AS telah mengebom pembangkit Bushehr empat kali," ujarnya.