Seorang sumber pejabat senior pemerintah Israel mengatakan Netanyahu sebenarnya ingin pemilu digelar tepat waktu karena tidak ingin kedisiplinan politisi pendukungnya terkikis atau ada anggaapan pemerintahan akan bubar.
Menurut pejabat itu, Netanyahu ingin menyelesaikan masa jabatan secara penuh dan tidak ingin kehilangan kekuasaan sehari pun.
"Namun kenyataannya, Partai Likud sudah bersiap menghadapi kemungkinan bahwa Knesset akan segera dibubarkan,” ujarnya.
Berdasarkan aturan di Israel, pemerintah harus mengesahkan anggaran di Knesset pada akhir Maret untuk mencegah pemilu dini.
Partai-partai keagamaan mensyaratkan pengecualian bagi Yahudi ultra-Ortodoks untuk memberikan suara mendukung anggaran tersebut. Masalahnya pemerintahan Netanyahu akan kehilangan dukungan jika tak mendapat suara dari kelompok sayap kanan koalisinya.
Kaum Haredi, berjumlah sekitar 13 persen dari populasi Israel yang berjumlah 10 juta jiwa, mengklaim wajib militer mengancam identitas keagamaan dan struktur komunitas, karena mereka mendedikasikan hidup untuk mempelajari Taurat.