TEL AVIV, iNews.id - Perdana Menteri IsraelBenjamin Netanyahu dilaporkan telah meminta para ajudannya untuk bersiap menghadapi kemungkinan pembubaran parlemen Knesset dalam waktu dekat. Ini berarti pemerintahannya akan menggelar pemilihan umum yang dipercepat.
Pemilu legislatif Israel sedianya dijadwalkan 27 Oktober 2026 menyusul berakhirnya masa jabatan parlemen saat ini selama 4 tahun.
"(Netanyahu meminta para ajudannya) Untuk bersiap menghadapi skenario di mana pemilihan umum dimajukan, mungkin pada bulan Juni,” demikian lapora surat kabar Israel, Yedioth Ahronoth, dikutip Kamis (25/12/2025).
Salah satu alasannya, pemerintahannya mengalami kebuntuan dengan anggota koalisi sayap kanan terkait wajib militer bagi kelompok Yahudi ultra-Ortodoks atau Haredi.
Netanyahu juga meminta para ajudan untuk membentuk tim kampanye pemilu mendatang dari Partai Likud serta persiapan pendaftaran kandidat anggota legislatif dalam beberapa bulan mendatang.