Turki: Israel Bujuk AS agar Tolak Gencatan Senjata dengan Iran
ANKARA, iNews.id - Turki menuduh Israel membujuk Amerika Serikat (AS) agar menolak kesepakatan gencatan senjata apa pun dengan Iran. Oleh karena itu perang tak akan berakhir setidaknya dalam 2 hingga 3 pekan mendatang.
Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan mengatakan eskalasi di Teluk Persia tak bisa segera berakhir karena AS menjadi faktor penentu.
"Ada asumsi bahwa perang di Teluk Persia akan berlangsung 2 hingga 3 minggu lagi. Tidak diragukan lagi, faktor penentunya adalah sikap AS," ujarnya, kepada stasiun televisi TRT Herber, dikutip Minggu (22/3/2026).
Menurut Fidan, Israel berusaha memengaruhi AS dan mencegah tercapainya gencatan senjata atau perdamaian dalam waktu dekat.
Satu Rudal Iran Porak-porandakan Kota Arad Israel, Puluhan Orang Luka
Sikap AS dan Israel, lanjut Fidan, semakin berbeda seiring semakin parahnya konflik sehingga negosiasi tidak mungkin dilakukan saat ini.
"Tapi kita tidak bisa mengesampingkan kemungkinan gencatan senjata singkat, ketika negosiasi dimulai. Namun jika tidak ada hasil yang dicapai, perang akan berlanjut. Israel mengejar kebijakan untuk memperpanjang perang selama mungkin guna menimbulkan kerusakan maksimal terhadap Iran," kata Fidan.
Perang Terus Memanas! AS-Israel Bombardir Fasilitas Nuklir Natanz Milik Iran
Dia menegaskan, dalam perang ini, Israel tidak menginginkan perdamaian.
Editor: Anton Suhartono