Banyak pula pengunjuk rasa di seluruh negeri mengangkat gambar wajah Suu Kyi.
Lebih dari 384 orang telah ditahan aparat sejak kudeta, menurut laporan Assistance Association for Political Prisoners, sebuah organisasi pemantau tahanan politik di Myanmar.
Banyak juga pengunjuk rasa di Yangon membawa alat peraga demo yang berisi seruan kepada pihak berwenang agar menghentikan “penculikan orang di malam hari”.
Suasana di Yangon dan Mandalay (kota terbesar kedua di Myanmar) cukup mencekam, Sabtu (13/2/2021) malam. Sejumlah warga berkumpul dan berpatroli di jalan-jalan di dua kota itu, takut akan serangan penangkapan oleh aparat, di samping khawatir akan meningkatnya kriminalitas setelah junta militer memerintahkan pembebasan puluhan ribu narapidana, Jumat (12/2/2021) lalu.
Tin Myint, seorang penduduk di kawasan Sanchaung, Yangon, termasuk di antara kerumunan yang menahan empat orang yang diduga hendak melakukan serangan di lingkungan tempat tinggalnya.
“Kami pikir militer bermaksud untuk menyebabkan kekerasan dengan para penjahat ini dengan menyusup ke dalam protes damai,” katanya.