Muslim Uyghur Dikabarkan Dilarang Puasa Ramadan, Ini Penjelasan Pemerintah Otonom Xinjiang

Arif Budiwinarto
Dua orang muslim Uyghur berada di bawah pengawasan tentara Pemerintah China di kamp vokasi, Xinjiang

BEIJING, iNews.id - Pemerintah Daerah Otonomi Xinjiang, China, membantah isu yang menyebut muslim di wilayah tersebut dilarang menjalankan ibadah puasa Ramadan. Isu tersebut diyakini sengaja dimainkan untuk memicu ketegangan antaretnis.

Dilansir dari Xinhua, isu tersebut muncul di website World Uyghur Congress. Isi beritanya yang disertai video menyebut warga muslim Uighur di wilayah Xinjiang sebagai sasaran persekusi selama Ramadan.

Bukan cuma dilarang menjalankan ritual keagamaan seperti solat, warga etnis Uyghur juga tidak diperkenankan berpuasa selama bulan suci Ramadan.

Juru Bicara Pemerintah Daerah Otonom Xinjiang, Ilijan Anayt, menuding isu tersebut sengaja dimainkan oleh kelompok Turkestan Timur yang berkinginan memisahkan diri dari Xinjiang, China.

Ilijan menegaskan bahwa tidak ada satu pun etnis Uyghur yang mengalami perlakukan diskriminatif karena memiliki keyakinan agama yang berbeda.

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
Internasional
1 hari lalu

Jimmy Lai, Taipan Media dan Aktivis Prodemokrasi Divonis 20 Tahun Penjara di Hong Kong

Internasional
5 hari lalu

Perjanjian Nuklir AS-Rusia Berakhir, China Ogah Diseret-seret

Nasional
5 hari lalu

Purbaya Sidak Perusahaan Baja China: Saya Buktikan Kita Tidak Bisa Disogok!

Internasional
7 hari lalu

Perusahaan China Tawarkan Wisata Luar Angkasa, Tiket Rp7,2 Miliar per Orang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal