Kementerian Luar Negeri Bangladesh, pada Senin atau di hari yang sama saat kudeta, berharap gelojak politik Myanmar tidak akan menghambat pemulangan para pengungsi.
“Sebagai tetangga dekat dan ramah, kami ingin melihat perdamaian dan stabilitas di Myanmar. Kami secara gigih mengembangkan hubungan saling menguntungkan dengan Myanmar dan telah bekerja sama untuk memulangkan etnis Rohingya secara sukarela, aman, dan berkelanjutan," bunyi pernyataan.
PBB menggambarkan kekerasan yang dilakukan militer Myanmar terhadap etnis Rohingya sebagai genosida.