Kepala Asosiasi Pemuda Rohingya di Kamp Distrik Cox's Bazar, Bangladesh, Khin Maung, mengecam keras kudeta militer.
“Kami mencintai demokrasi dan hak asasi manusia, jadi kami khawatir kehilangan itu semua di negara kami. Kami merupakan bagian dari Myanmar, jadi kami merasakan hal yang sama seperti rakyat Myanmar pada umumnya. Kami mendesak masyarakat internasional untuk bersuara menentang kudeta," kata Maung, seperti dikutip dari Associated Press, Rabu (3/2/2021).
“Militer membunuh kami, memerkosa saudara perempuan dan ibu kami, membakar desa kami. Bagaimana mungkin kami bisa aman di bawah kendali mereka," ujarnya, menegaskan.
Pemulangan pengungsi ke Myanmar, lanjut dia, akan memakan waktu lama terkait karut marutnya kondisi politik.
"Ini akan memakan waktu lama karena situasi politik di Myanmar sekarang lebih buruk," tuturnya.