KUALA LUMPUR, iNews.id - Mantan Perdana Menteri MalaysiaMahathir Mohamad menyebut Anwar Ibrahim sebagai diktator. Pernyataannya disampaikan merespons larangan acara unjuk rasa Proklamasi Melayu yang seharusnya digelar pada Minggu kemarin.
Tak ada satu pun venue acara yang sedianya dihadiri Mahathir itu yang mengizinkan tempatnya digunakan.
Mahathir mengaku tidak memiliki bukti bahwa Anwar berada di balik pembatalan mendadak acara solidaritas Melayu tersebut. Namun dia menegaskan masa kepemimpinan Anwar ditandai dengan meningkatnya sikap intoleransi, termasuk dalam hal kebebasan berbicara yakni dengan menyerang oposisi dan para pengkritik.
"Dari pidatonya yang menentang saya, saya yakin dia berada di balik pelarangan ini untuk mencoba menutup mulut orang yang ingin mengatakan yang sebenarnya," kata Mahathir, dikutip dari The Straits Times.
“Hanya diktator yang tidak mengizinkan orang mengkritik pemerintah," ujarnya, menegaskan.