Miris, Kisah Warga Kazakh yang Mengaku Disiksa di Kamp Pelatihan China

Nathania Riris Michico
Aibota Serik mengatakan ayahnya hilang di jaringan pusat penahanan Cina. (Foto: BBC)

"Saya tidak ingat apa yang terjadi kemudian. Saya tidak mengetahui mengapa saya berada di lubang tetapi saat itu musim dingin dan cuaca sangat dingin. Mereka mengatakan saya seorang pengkhianat, bahwa saya memiliki dua kewarganegaraan, saya berutang, dan memiliki tanah."

Orynbek Koksybek mengatakan dirinya dijebloskan ke sebuah lubang. (Foto: BBC)

Koksybek menngklaim tidak satu pun hal itu benar.

Sepekan kemudian, Koksybek dibawa ke tempat lain di mana dia belajar bahasa dan lagu China. Dia diberitahu akan diizinkan pergi jika mengenal 3.000 kata.

"China menyebutnya sebagai kamp pendidikan kembali untuk mengajarkan orang. Tetapi jika mereka ingin mendidik, mengapa mereka memborgol orang?" tuturnya.

"Mereka menahan Kazakh karena mereka Muslim. Mengapa memenjarakan mereka? Tujuan China adalah menjadikan Kazakh sebagai orang China. Mereka ingin menghapus seluruh etnis itu," katanya.

Tidaklah mungkin memastikan kebenaran cerita Orynbek Koksybek secara independen, namun penjelasannya sama dengan yang dicatat Human Rights Watch dan para pegiat lain.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Mercedes-Benz Terancam Dilarang Jual Mobil di AS, Takut Kepemilikan Saham China

57 tahun lalu

Iran Tembak Jatuh Jet Tempur F-15 AS Pakai Rudal Murah Buatan China?

57 tahun lalu

Bus Ngebut Tabrak Bokong Truk, 13 Penumpang Tewas

57 tahun lalu

Menlu Iran Araghchi Ditolak Masuk AS, Batal Ikut Sidang Dewan Keamanan PBB

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal