Miris, Kisah Warga Kazakh yang Mengaku Disiksa di Kamp Pelatihan China

Nathania Riris Michico
Aibota Serik mengatakan ayahnya hilang di jaringan pusat penahanan Cina. (Foto: BBC)

China menegaskan pusat penahanan seperti di Kota Kashgar ini adalah untuk "pelatihan kejuruan". (Foto: Reuters)

Kedutaan Besar China di Kazakhstan tidak menjawab permintaan BBC untuk mengomentari hal ini.

Namun pemerintah China, dikutip media pemerintah, menyatakan kamp itu adalah "pusat pelatihan kejuruan", yang bertujuan untuk menghapuskan lingkungan yang melahirkan terorisme dan ekstremisme keagamaan.

Pemerintah Kazakh menyebut pembatasan apa pun terhadap warga China di China adalah masalah dalam negeri mereka dan tidak akan campur tangan.

Namun Kazakhstan menegaskan akan berusaha mencoba membantu warganya yang ditahan di China.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
15 jam lalu

Jimmy Lai, Taipan Media dan Aktivis Prodemokrasi Divonis 20 Tahun Penjara di Hong Kong

Internasional
4 hari lalu

Perjanjian Nuklir AS-Rusia Berakhir, China Ogah Diseret-seret

Nasional
5 hari lalu

Purbaya Sidak Perusahaan Baja China: Saya Buktikan Kita Tidak Bisa Disogok!

Internasional
7 hari lalu

Perusahaan China Tawarkan Wisata Luar Angkasa, Tiket Rp7,2 Miliar per Orang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal