Menteri Turki Tuduh AS Berada di Balik Kudeta Presiden Erdogan pada 2016

Anton Suhartono
Suleyman Soylu (Foto: Reuters)

ANKARA, iNews.id - Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman Soylu menuduh Amerika Serikat (AS) berada di balik kudeta yang gagal untuk menjatuhkan Presiden Recep Tayyip Erdogan pada 2016.

Lebih dari 250 orang tewas dalam upaya menggulingkan Erdogan dari pemerintahannya pada 15 Juli 2016. Para tentara pembelot menguasai pesawat tempur, helikopter, dan tank untuk merebut pemerintahan di Ibu Kota Ankara. Namun aksi mereka dilawan oleh rakyat pendukung Erdogan.

Turki sejak lama menyalahkan tokoh yang juga mantan sekutu Erdogan, Fethullah Gulen, sebagai dalang kudeta. Gulen kini tinggal di Pennsylvania, AS. Namun Gullen membantah terlibat penggulingan Erdogan.

Soylu mengatakan kepada surat kabar Hurriyet, AS mengatur upaya kudeta sedangkan jaringan Gulen melakukan eksekusi di lapangan.

"Jelas sekali Amerika Serikat berada di belakang 15 Juli. FETO-lah yang melaksanakan atas perintah mereka," katanya, merujuk pada sebutan Gullen, seperti dilaporkan kembali Reuters, Kamis (4/2/2021).

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Melunak, Trump Tiba-Tiba Bilang Ingin Bertemu Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei

57 tahun lalu

Trump Jagokan Wapres JD Vance-Menlu Rubio Maju Pilpres AS 2028: Mereka Tak Terkalahkan!

57 tahun lalu

DPR AS Sahkan Resolusi Batasi Wewenang Trump dalam Perang Iran

57 tahun lalu

Kuwait Tegaskan Tak Izinkan Negara Mana pun Gunakan Wilayahnya Serang Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal