Kelompok perlawanan Hamas juga mengecam Ben Gvir dengan menyebut tindakannya itu sebagai eskalasi berbahaya, bagian dari perang genosida Israel terhadap rakyat Palestina.
Hamas menyerukan rakyat Palestina untuk meningkatkan perlawanan terhadap tentara Israel guna mempertahankan Masjid Al Aqsa. Kelompok perlawanan yang berkuasa di JalurnGaza itu juga mendesak Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Liga Arab untuk melakukan berbagai tindakan guna menghentikan pelanggaran sistematis Israel.
Ben Gvir telah enam kali menggeruduk Masjid Al Aqsa selama menjabat menteri di bawah pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada 2022.
Israel memberlakukan tindakan ketat yang membatasi warga Palestina dari Tepi Barat ke Yerusalem Timur, termasuk mengunjungi Masjid Al Aqsa, sejak pecahnya perang Gaza pada 7 Oktober 2023.
Warga Palestina menganggap pembatasan tersebut sebagai upaya Israel untuk meyahudisasi Yerusalem Timur, tempat Masjid Al-Aqsa berada, serta menghapus identitas Arab dan Islam.