Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) ikut mengecam keras kunjungan tersebut seraya menyebut sebagai upaya Israel untuk mengubah status sejarah dan hukum Masjid Al Aqsa.
Tindakan itu dianggap sebagai provokasi terhadap perasaan semua umat Islam dan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional terkait.
Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh menyebut kunjungan itu sebagai upaya untuk mengubah Masjid Al Aqsa yang di dalamenya meliputi Masjid Qibli dan Dome of the Rock menjadi kuil Yahudi.
Shtayyeh juga menyerukan kepada warga Palestina untuk melawan segala bentuk penggerebekan terhadap masjid Al Aqsa.