Dia juga melawan upaya penangkapan serta mendesak militer untuk tidak membawanya ke Den Haag, Belanda, untuk diadili atas tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan.
“Kita sedang diserang,” kata Ketua Senat yang juga sekutu dekat Dela Rosa, Alan Peter Cayetano.
Keberadaan Dela Rosa belum diketahui secara pasti. Pria yang dikenal dengan julukan 'Bato' itu sebelumnya mendesak militer serta mantan rekan-rekannya di Akademi Militer Filipina untuk melawan penangkapannya.
Dela Rosa menjabat sebagai kepala kepolisian nasional Filipina pada 2016-2018, 2 tahun pertama masa pemerintahan Rodrigo Duterte.
Perang melawan kejahatan narkoba menyebabkan ribuan orang tewas, banyak di antaranya pengguna narkoba dan pengedar kelas teri.
Duterte ditangkap pada Maret 2025 setibanya dari Hong Kong, kemudian diterbangkan ke Belanda pada hari yang sama.