"Mereka tidak akan melakukannya untuk pemerintahan paling ekstrem dalam sejarah negara itu,” kata Lapid, seperti dilaporkan kembali RT.
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada Maret lalu mengatakan sangat prihatin tentang demokrasi Israel di tengah demonstrasi berbulan-bulan terkait usulan perombakan UU peradilan.
Namun Netanyahu menegaskan, Israel adalah negara berdaulat dan membuat keputusan atas kehendak rakyatnya, tidak berdasarkan tekanan dari luar negeri.
Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir berpadangan sama dengan mengatakan Biden harus memahami bahwa Israel tidak lagi menjadi bintang di bendera AS.
"Kami adalah negara demokrasi dan saya berharap presiden AS memahami itu,” ujar menteri yang pernah dikecam umat Islam di dunia karena menggeruduk Masjid Al Aqsa itu.
Pemerintahan Biden baru-baru mengkritik perluasan pembangunan permukiman Yahudi di Tepi Barat. Teranyar, Biden menyebut kabinet pemerintah Israel sebagai ekstrem yang menghalangi proses perdamaian dengan Palestina.