Mantan Pejabat Israel Sebut Nama Netanyahu dalam Skandal Korupsi Mega Proyek Kapal Selam

Arif Budiwinarto
INS Rahav, lapal selam kelas Dolphin, buatan galangan kapal Jerman ThyssenKrupp, berlayar dari pelabuhan Kiel menuju Haifa pada 17 Desember 2015. (foto: Times of Israel)

"Bahkan, saya akan meminta bertemu dengannya dan meminta penjelasan alasannya. Tuntutan itu tidak mendapat tanggapan apa pun," kata Harel dikutip dari Times of Israel, Selasa (13/10/2020).

Pengakuan Harel muncul di tengah makin meluasnya aksi demonstrasi warga Israel yang sudah kecewa dengan pemerintahan Netanyahu. Gelombang unjuk rasa makin membesar meskipun Israel tengah memberlakukan lockdown guna memutus penyebaran Covid-19.

Demonstran mendesak pengadilan segera mengusut kasus dugaan korupsi yang melibatkan Netanyahu, serta menutut Netanyahu mundur dari jabatannya karena dianggap gagal menangani Covid-19 dan memulihkan ekonomi.

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
4 jam lalu

Pasukan Israel Ditipu Pimpinan, Dikirim Perang dengan Jumlah Personel dan Tank Tak Sesuai Janji

10 jam lalu

Walkot New York Mamdani Sebut Netanyahu Arsitek Genosida, Desak AS Tangkap

24 jam lalu

AS Habiskan Rp671 Triliun untuk Perang Lawan Iran, Minta Tambahan Anggaran Lagi

1 hari lalu

Tegas! Wali Kota New York Zohran Mamdani: Netanyahu Penjahat Perang!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal