Dalam pidatonya, Eisenkot yakin Israel membutuhkan kepemimpinan Zionis yang jujur dan bermartabat serta rumah politik bagi warga yang bermimpi Israel menjadi negara berbeda, kuat, dan aman.
“Kita akan mengganti kepemimpinan tanpa visi dan strategi, yang membawa negara ini menuju kehilangan arah,” ujarnya, menegaskan.
Eisenkot mendirikan Partai Yashar pada September 2023 dan menjadi salah satu politisi terdepan Israel yang mengkritik kebijakan perang Netanyahu di Jalur Gaza.
Putra imigran Yahudi Maroko itu mendapat dukungan luas, terutama setelah putranya tentara Zionis, Gal, tewas dalam perang di Gaza, begitu pula dua keponakannya.
Pria 66 tahun itu terjun ke dunia politik bersama mantan pemimpin militer Israel lainnya, Benny Gantz, pada 2022.
Jajak pendapat yang dilakukan stasiun televisi Israel, Channel 12, pekan ini memprediksi partainya akan meraih 22 dari total 120 kursi parlemen Kneseet. Perolehan itu memang masih di bawah partai dipimpin Netanyahu, Likud, yang diproyeksikan memenangkan 24 kursi. Namun situasi bisa berubah karena pemilu masih 4 bulan lagi.