Bendera oposisi tersebut memiliki makna sejarah yang mendalam, bermula dari perjuangan Suriah untuk meraih kemerdekaan.
Bendera ini pertama kali dikibarkan di Ibu Kota Damaskus pada 1 Januari 1932. Saat itu masih dalam penjajahan Prancis.
Tidak heran bendera ini mendapat julukan sebagai "Bendera Kemerdekaan" yakni setelah Prancis mengakui kemerdekaan Suriah pada 17 April 1946.
Keabsahan bendera ini semakin diperkuat ketika secara resmi diabadikan dalam Konstitusi Suriah pada 1950 yang menetapkan desainnya yakni tiga garis horizontal hijau, putih, dan hitam, dengan tiga bintang merah pada garis putih.
Bendera ini menjadi simbol resmi Suriah sampai 1958 atau saat penyatuan negara itu dengan Mesir di bawah Presiden Gamal Abdel Nasser. Akibatnya bendera mengalami adaptasi seperti yang berlaku pada masa pemerintahan Assad.