Mahathir Sebut Perjanjian Dagang Malaysia-AS Rugikan Pribumi, Ini Respons Pemerintah

Anton Suhartono
Malaysia mengomentari tuduhan Mahathir Mohamad bahwa perjanjian dagang dengan AS merugikan kaum pribumi (Foto: Facebook)

KUALA LUMPUR, iNews.id - Pemerintah Malaysia membantah keras tuduhan mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad bahwa Perjanjian Perdagangan Timbal Balik (ART) dengan Amerika Serikat (AS) dapat menghapus atau meminggirkan hak-hak kaum bumiputera, sebutan untuk kaum pribumi Melayu. Kritik Mahathir, yang diikuti laporan polisi terhadap Perdana Menteri Anwar Ibrahim, dinilai tidak berdasar dan keliru menafsirkan isi perjanjian.

Perjanjian ART ditandatangani oleh Anwar dan Presiden AS Donald Trump pada 26 Oktober 2025 di sela KTT ASEAN. Namun Mahathir menilai penandatanganan itu tidak sah karena dianggap tak melalui persetujuan empat entitas negara: Yang di-Pertuan Agong, Dewan Rakyat, Dewan Penguasa, dan eksekutif pemerintahan.

Selain menggugat keabsahan perjanjian, Mahathir turut memperingatkan bahwa ART berpotensi menggerus hak istimewa bumiputera dalam perdagangan dan kebijakan pemerintah.

Pemerintah Tegas Membantah: Hak Bumiputera Tidak Tersentuh

Menteri Investasi Perdagangan dan Industri Tengku Zafrul Aziz langsung merespons tuduhan tersebut. Dia menegaskan, ART sama sekali tidak menghapus keistimewaan bumiputera dan tidak pula memberikan hak istimewa setara kepada perusahaan-perusahaan AS.

“Tuduhan bahwa kesepakatan ini menghapus keistimewaan bumiputera tidak benar,” ujarnya. 

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

AS Mulai Tarik 5.000 Tentara dari Jerman, Imbas Ketegangan dengan NATO soal Iran

57 tahun lalu

AS Kendalikan Aset Iran Rp1.870 Triliun, Kalau Dicairkan Harus Dipakai Beli Pangan Produk Amerika

57 tahun lalu

Pakistan: Ada Pihak yang Ingin Gagalkan Perdamaian AS-Iran

57 tahun lalu

Polda Metro Gagalkan Peredaran Narkoba Jaringan Malaysia, Disamarkan Jadi Beras India

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal