Ledakan Beirut, Bantuan Israel, dan Luka Sejarah di Hati Rakyat Lebanon

Ahmad Islamy Jamil
Asap hitam membubung di atas Kota Beirut, Lebanon, pascaledakan besar pada Selasa (4/8/2020) lalu. (Foto: AFP)

Nasib ratusan ribu pengungsi Palestina yang terjebak di Lebanon selama beberapa dekade, setelah melarikan diri atau diusir dari tanah air mereka dalam beberapa gelombang menyusul pembentukan Israel pada 1948, adalah masalah pelik lainnya. Tuntutan jangka panjang agar para pengungsi itu bisa kembali ke Tanah Palestina tetap menjadi poin penting perselisihan antara Lebanon dan Israel.

Trauma akibat ledakan yang menghancurkan Kota Beirut—yang menewaskan lebih dari 150 orang dan melukai sedikitnya 5.000 orang, serta menyebabkan sekitar 300.000 tunawisma—membuat orang-orang Lebanon tidak begitu mempedulikan tawaran Israel. Alih-alih menerima, sebagian dari mereka malah mengejek dan memandang sarkasme tawaran zionis itu.

“Israel harus berhenti mengeksploitasi bencana ini untuk menutupi kejahatannya terhadap Lebanon,” demikian bunyi salah satu tweet dalam Bahasa Inggris yang muncul sejak tiga hari lalu.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tegas! Erdogan: Israel Ancaman bagi Turki dan Dunia

57 tahun lalu

Menteri Radikal Israel Serukan Duduki Lebanon, Tangkapi Perempuan dan Anak-Anak

57 tahun lalu

Menteri Turki Sebut Yerusalem Akan Direbut Umat Islam, Israel Murka

57 tahun lalu

Israel Larang Wartawan Rilis Video Rudal Iran Seliweran di Langit

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal