BEIRUT, iNews.id -Lebanon mengalami kerugian antara 3 sampai 4 miliar dolar AS atau sekitar Rp54 triliun sampai Rp72 triliun akibat serangan Israel sejak 2 Maret lalu.
Menteri Informasi Lebanon Paul Morcos, seperti dikutip dari kantor berita pemerintah NNA, Selasa (7/7/2026), mengatakan angka tersebut masih sementara seiring masih berlanjutnya serangan militer Zionis. Selain itu angka tersebut belum termasuk kerugian ekonomi serta kerusakan tidak langsung.
Pasukan Israel terus menunjukkan secara terang-terangan pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat (AS).
Pasukan Israel, Senin (6/7/2026), membombardir dua kota di Lebanon selatan, termasuk menargetkan rumah-rumah yang dihuni penduduk sipil.
Morcos mengatakan, para menteri telah mengunjungi beberapa kota hingga desa di Lebanon Selatan, termasuk mencari cara untuk mengupayakan pemulangan warga ke rumah mereka, termasuk menyediakan tempat tinggal yang layak bagi waga yang kehilangan rumah.