Kementerian Kesehatan Lebanon menyatakan, serangan Israel telah menewaskan sedikitnya 2.089 orang dan melukai 6.762 lainnya sejak pecahnya perang terbaru pada 2 Maret.
Sebelumnya empat tentara Israel tewas dalam baku tembak dengan kelompok Hizbullah pada 30 Maret, menjadikannya sebagai serangan paling mematikan Hizbullah sejak perang 2 Maret.
Selain itu, satu tentara luka parah dan seorang personel cadangan luka sedang dalam insiden tersebut.
Hasil penyelidikan IDF mengungkap, baku tembak terjadi selama operasi di sektor barat Lebanon selatan sekitar pukul 18.30 waktu setempat. Personel Unit Pengintaian Nahal memantau aktivitas sel kelompok Hizbullah.
Setelah itu kedua kelompok terlibat baku tembak jarak dekat. Dalam pertempuran itu, beberapa tentara Israel luka sehingga bantuan medis datang. Saat Israel melakukan evakuasi tentara luka, para pejuang Hizbullah menembakkan rudal anti-tank ke arah pasukan Zionis membuat korban berjatuhan.