Jumlah tentata Israel yang tewas dalam pertempuran di Gaza dalam sebulan terakhir juga melonjak, seiring sengitnya perlawanan yang diberikan para pejuang Gaza.
Abu Ubaida, juru bicara Brigade Izzuddin Al Qassam, sayap militer Hamas, dalam pernyataannya di video Jumat pekan lalu, mengatakan fokus serangan kelompoknya adalah menculik sebanyak-banyaknya pasukan Israel di Gaza. Namun sulit untuk menculik pasukan Israel karena begitu ada yang dibawa, rekan-rekan mereka langsung membunuhnya.
"Para pejuang kami telah mencoba dalam beberapa pekan terakhir, melakukan beberapa operasi penculikan yang menargetkan tentara Zionis, beberapa di antaranya hampir berhasil karena penggunaan taktik pembunuhan massal oleh musuh terhadap tentara yang dicurigai diculik," kata Abu Ubaida.
Dia menambahkan militer Zionis menerapkan "protokol Hannibal" untuk mencegah para pejuang menangkap tentara Israel di Gaza.
Protokol Hannibal membolehkan militer Zionis menembaki rekan sendiri, bahkan jika risikonya kehilangan nyawa, guna menghindari penculikan.
“Selama beberapa bulan terakhir, ratusan tentara musuh tewas dan terluka, di samping ribuan lainnya yang menderita penyakit psikologis dan trauma, di saat jumlah tentara yang bunuh diri meningkat akibat kengerian tindakan berdarah yang mereka lakukan dan beratnya perlawanan yang mereka hadapi,” kata Abu Ubaida.