Empat sumber pejabat lainnya mengatakan, RTX Corp, sebelumnya dikenal sebagai Raytheon Technologies, juga akan memainkan peran penting dalam paket tersebut, selain kontraktor pertahanan AS lainnya seperti Boeing, Northrop Grumman, dan General Atomics.
“Hubungan pertahanan kita dengan Kerajaan Arab Saudi lebih kuat daripada sebelumnya di bawah kepemimpinan Presiden Trump. Mempertahankan kerja sama keamanan, tetap menjadi komponen penting dari kemitraan ini, dan kita akan terus bekerja sama dengan Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan pertahanan mereka," kata seorang sumber pejabat pertahanan AS, yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Sejauh ini belum ada komentar dari Gedung Putih maupun perwakilan Pemerintah Arab Saudi terkait laporan Reuters tersebut. Beberapa perusahaan pertahanan yang disebut dalam laporan itu juga enggan memberikan komentar.
Seorang juru bicara Lockheed Martin mengatakan, penjualan peralatan militer kepada pihak asing merupakan transaksi antarpemerintah. Oleh karena itu dia menegaskan, pertanyaan soal penjualan senjata ke Saudi sebaiknya disampaikan langsung kepada pemerintah AS.
Saat masa jabatan pertama sebagai presiden, Trump memuji penjualan senjata AS ke Arab Saudi karena berdampak baik untuk lapangan pekerjaan di AS.