Sementara itu, Hantavirus hingga kini masih menjadi perhatian komunitas kesehatan global setelah sejumlah laporan kemunculan varian dan kasus baru di beberapa negara.
Pakar kesehatan dunia sebelumnya mengingatkan bahwa Hantavirus memiliki beberapa tipe berbeda yang tersebar di Asia, Eropa, hingga Amerika. Virus ini ditularkan terutama melalui paparan urine, air liur, atau kotoran hewan pengerat seperti tikus.
Gejalanya dapat berupa demam, nyeri otot, gangguan pernapasan, hingga gagal ginjal pada kasus berat.
Meski demikian, para ahli menegaskan Hantavirus berbeda jauh dengan gastroenteritis virus maupun Covid-19 karena penularannya tidak semudah virus saluran napas biasa.
Hingga kini belum ada indikasi outbreak Hantavirus dalam skala pandemi global, namun pemantauan internasional masih terus dilakukan untuk mendeteksi potensi penyebaran baru.