Kekerasan menjadi bagian dari krisis keamanan yang melanda Wilayah Sahel Afrika Barat. Banyak dari serangan kelompok milisi terkonsentrasi di wilayah bertemunya perbatasan Niger, Mali, dan Burkina Faso.
Zona tersebut saat ini menjadi sasaran paling berat bagi misi satuan tugas antimilitan Prancis yang berkekuatan 5.000 orang.
Aksi pembunuhan balas dendam antara kelompok etnik yang bersaing juga marak terjadi di Niger dan negara-negara tetangganya. Pembunuhan dengan motif semacam itu biasanya dipicu oleh kekerasan bernuansa militan serta persaingan untuk mendapatkan sumber daya alam yang langka.