“Ketika saya merekam lagi, asap dan api terus berlanjut. Truk pemadam kebakaran tidak bisa mendekati lokasi kejadian. Mereka menyemrotkan air dari jarak sekitar 30 hingga 40 meter,” ujarnya.
Kejadian itu benar-benar menjadi mimpi buruk baginya. Pada malam hari Lee tidak bisa tidur.
Setiap kali memejamkan mata, dia terus terngiang ledakan dari kecelakaan itu, sehingga terpaksa menenggak miras.
Namun bukan hanya tidur, setiap kali membaca atau menonton berita kecelakaan pesawat Jeju Air, dia selalu meneteskan air mata.