"Saya merasa ada yang salah dengan pesawat ini dan berpikir untuk merekamnya. Itulah sebabnya saya berjalan ke atap. Di atap, saya merekam video pertama,” ucapnya.
Benar saja, dia melihat roda pesawat tidak keluar hingga pesawat yang membawa 181 orang itu menabrak dinding beton dan meledak dahsyat.
“Satu atau dua detik setelah kecelakaan, saya merasakan panas yang tiba-tiba di wajah, seperti saat Anda membuka pintu sauna," katanya, seraya berpikir apakah saat itu dia harus pergi demi keselamatannya.
Ledakan tak hanya terjadi sekali, ada dua atau tiga ledakan setelahnya meski lebih kecil. Ledakan pertama sangat besar menyebabkan puing-puingnya menyembur ke area sekeliling.
Setelah itu dia mencoba mencari angle lain untuk mendapatkan gambar lebih dekat. Untuk itu dia pindah ke atap bangunan lain di dekatnya.