Kisah Pilot Bertahan Hidup 38 Hari di Hutan Setelah Pesawatnya Jatuh dan Meledak

Anton Suhartono
Antonio Sena (Foto: AFP)

Singkat cerita setelah berjalan 28 kilometer atau 38 hari, dia mendengar suara aktivitas manusia, yakni gergaji mesin. Sena berjalan ke arah suara itu dan akhirnya sampai ke kamp petani kacang.

Para petani pun membantu Sena dan memberikan akses komunikasi ke keluarga dan tim penyelamat.

Pemimpin kamp petani, Maria Jorge dos Santos Tavares, dan keluarganya merupakan sosok berjasa yang menyelamatkan 

“Dia memberi saya makanan dan pakaian bersih," tuturnya.

Sena lahir di Santarem, kota kecil di persimpangan sungai Amazon dan Tapajos. Pandemi Covid-19 membuatnya tidak punya banyak pilihan selain menerima pekerjaan untuk mengantar barang ke pertambangan emas ilegal.

Pilot dengan 2.400 jam terbang itu juga membuka restoran di kota kelahirannya. Namun pembatasan Covid-19 membuat usahanya tak bisa bertahan.

“Bagaimanapun, saya harus mendapatkan uang. Saya tidak pernah ingin (bekerja di tambang ilegal), tapi itu satu-satunya pilihan yang saya miliki jika ingin punya makanan di meja," kata Sena.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Nasional
5 hari lalu

Prabowo Bertemu Petinggi Embraer Brasil di Istana, Bahas Rencana Beli Pesawat?

Internasional
12 hari lalu

Ngeri! Petir Sambar Demonstrasi Dihadiri Ribuan Orang di Brasil, Puluhan Luka

Nasional
1 bulan lalu

Prabowo Ungkap MBG Capai 55 Juta Penerima dalam Setahun, Lebih Cepat dari Brasil

Internasional
2 bulan lalu

Sao Paulo Brasil Blackout Imbas Pohon Tumbang, Ratusan Penerbangan Dibatalkan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal