Kisah Pilot Bertahan Hidup 38 Hari di Hutan Setelah Pesawatnya Jatuh dan Meledak
Dia berhasil membawa pesawat melewati lembah lalu mendarat dengan dampak kerusakan seminimal mungkin. Setelah pesawat berhenti, Sena turun dan masih sempat membawa barang-barang yang diperlukan untuk bertahan hidup di belantara, seperti air minum, sekarung roti, tali, senter, korek api, dan perlengkapan darurat, lainnya. Setelah itu pesawat meledak.
Lima hari setelah kecelakaan, Sena mendengar ada pesawat penyelamat yang hilir mudik di atas Amazon. Namun karena pepohonan begitu lebat, tim SAR tak bisa melihatnya.
Setelah beberapa hari, tak ada lagi pesawat yang hilir mudik. Dia beranggapan tim SAR sudah menghentikan pencarian dengan anggapan dirinya sudah mati. Kondisi itu sempat membuat mentalnya patah.
“Saya sangat terpukul. Saya kira tidak akan pernah berhasil, saya akan mati," katanya.
Namun dengan peralatan yang ada, Sena masih berusaha mencari jalan untuk keluar dari belantara. Dia menggunakan baterai ponsel untuk mengaktifkan GPS. Berdasarkan panduan GPS, dia diarahkan berjalan ke timur dan menemukan jalur penerbangan.