Kisah Pilot Asing di Maskapai China yang Kehilangan Penghasilan akibat Virus Korona

Anton Suhartono
China Southern Airlines merumahkan pilot asing terkait wabah virus korona (Foto: AFP)

Seorang kapten yang untuk Fuzhou Airlines, anggota grup HNA, mengatakan ada kekhawatiran perusahaan akan menggantung mereka dalam waktu lama akibat wabah virus korona ini.

"Mereka (Perusahaan) berharap orang-orang akan mendapat pekerjaan lain karena tidak bisa membayar. Dengan cara ini, (pertama) mereka menyelamatkan muka dan kedua tidak punya kewajiban memberhentikan Anda sesuai kontrak," ujarnya.

Dia kini mencari pekerjaan ke maskapai lebih dekat dengan rumah, meski bayarannya lebih rendah dibandingkan bekerja di Cina.

Pilot asing bisa mendapat bayaran lebih dari 300.000 dolar AS per tahun di China, menjadikannya sebagai salah satu pasar dengan bayaran terbaik di dunia bagi pilot.

Sementara itu pilot lokal di China Southern mengaku hanya menerima gaji pokok, yakni sekitar 1/8 hingga 1/6 dari pendapatan normal.

"Hal yang bisa kami lakukan sekarang adalah menjaga mental dan menikmati kebersamaan dengan keluarga di rumah. Makan dengan baik, tidur dengan baik, dan berolahraga dengan baik serta terus belajar. Tambah terus energi sehingga kita siap menghadapi kemungkinan apa pun ke depan," tuturnya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Terungkap! Motif Pria Tabrakkan Pesawat ke Gedung di China Diduga Bunuh Diri

57 tahun lalu

Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F Soetta Resmi Beroperasi, Layani 3 Maskapai

57 tahun lalu

Demonstran Bakar Diri hingga Tewas Dekat Markas PBB, Bawa Tulisan: China Keluar dari Tibet!

57 tahun lalu

Horor! Demonstran Bakar Diri hingga Tewas di Depan Markas Besar PBB New York

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal