Kisah Mungure dan Bayinya, Derita Para Pengungsi Kongo

Nathania Riris Michico
Ilustrasi Anak pengungsi Kongo. (Foto: Anadolu Agency)

"Ini merupakan tekanan pada sumber daya, namun kami melihat berkurangnya dana kemanusiaan," kata Kemlin.

"Tingkat pendanaan untuk pengungsi mencapai sekitar 17 persen dari semua kebutuhan."

Program Pangan Dunia (WFP) sudah mengusahakan untuk menghidupi 1,3 juta pengungsi di Uganda, namun menegaskan gelombang pengungsi yang baru selalu melahirkan masalah baru.

Julie McDonlad, Wakil Direktur Negara WFP Uganda, menekankan program ini memberikan makanan dan uang tunai bagi para pengungsi. Namun, McDonald menegaskan hal ini bisa saja tidak berlangsung lama.

"Kami menghadapi kekurangan dana lebih dari USD30 juta selama enam bulan ke depan hingga November untuk merespons kebutuhan pengungsi di Uganda."

Karena itu dia memperingatkan bahwa, program sangat membutuhkan kontribusi baru untuk terus memberi makan para pengungsi.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
57 tahun lalu

WHO Peringatkan Outbreak Ebola Menyebar Lebih Cepat dari Perkiraan, 1.000 Kasus Terdeteksi!

57 tahun lalu

Korban Tewas Ebola Jadi 100 Orang di Kongo, WHO Peringatkan Potensi Wabah Lebih Besar

57 tahun lalu

Apa Itu Virus Ebola Bundibugyo yang Ditetapkan WHO sebagai Darurat Global?

57 tahun lalu

Mengerikan! Wabah Ebola di Kongo Ternyata Belum Ada Obat maupun Vaksin

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal