Kantor berita resmi KCNA melaporkan, Kim mendorong agar proyek perumahan tersebut diselesaikan lebih cepat, dengan harapan dapat memberi sedikit penghiburan bagi keluarga para tentara yang gugur.
Foto-foto yang dirilis KCNA memperlihatkan Kim didampingi putrinya, Ju Ae, saat menghibur anggota keluarga tentara yang tewas serta meninjau rumah-rumah baru yang telah rampung dibangun.
Badan Intelijen Nasional Korea Selatan sebelumnya memperkirakan sekitar 6.000 tentara Korea Utara tewas atau terluka selama penugasan dalam perang di Ukraina.
Selain mengirim pasukan, Korea Utara juga diduga memasok amunisi artileri, rudal, dan sistem roket jarak jauh ke Rusia. Sebagai imbalan, Pyongyang diyakini menerima bantuan dana, pengetahuan militer, serta pasokan pangan dan energi dari Moskow.