WASHINGTON, iNews.id - Pemerintah Amerika Serikat geram setelah kapal berbendera AS ditembak patroli Kuba dalam insiden baku tembak di perbatasan laut kedua negara, Rabu (25/2/2026). Peristiwa tersebut menewaskan empat orang dan melukai enam lainnya.
Insiden terjadi di lepas pantai Pulau Cayo Falcones, Provinsi Villa Clara. Kementerian Dalam Negeri Kuba menyatakan kapal cepat yang datang dari arah AS terlibat baku tembak dengan patroli perbatasan mereka pada Rabu pagi waktu setempat.
AS Buka Penyelidikan
Insiden ini langsung memicu reaksi keras dari pejabat AS, terutama dari kalangan Partai Republik. Jaksa Agung Florida James Uthmeier mengumumkan dimulainya penyelidikan atas insiden tersebut.
“Saya telah mengarahkan Kantor Kejaksaan Negara Bagian untuk bekerja sama dengan mitra federal, negara bagian, dan penegak hukum untuk memulai penyelidikan,” ujar Uthmeier, di media sosial, dikutip dari Al Jazeera, Kamis (26/2/2026).
Dia juga meragukan keterangan dari pemerintah Kuba seraya menegaskan akan berupaya meminta pertanggungjawaban jika ditemukan pelanggaran hukum internasional maupun tindakan yang merugikan warga AS.
Sementara itu, Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan pemerintahan di Washington DC masih memantau perkembangan situasi. Dia telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio terkait insiden tersebut.
“Semoga tidak seburuk yang kita khawatirkan, tapi saya tidak bisa menyampaikan lebih banyak karena belum tahu,” kata Vance.