Sementara itu, Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan pemerintahan di Washington DC masih memantau perkembangan situasi. Dia telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio terkait insiden tersebut.
“Semoga tidak seburuk yang kita khawatirkan, tapi saya tidak bisa menyampaikan lebih banyak karena belum tahu,” kata Vance.
Menurut keterangan pemerintah Kuba, kapal tersebut menggunakan pelat nomor Negara Bagian Florida, wilayah yang berjarak sekitar 145 kilometer dari lokasi kejadian.
Otoritas Havana menuduh penumpang kapal cepat itu lebih dulu melepaskan tembakan sehingga memicu aksi saling serang.
“Kru kapal cepat yang melanggar perbatasan melepaskan tembakan ke arah personel Kuba, menyebabkan komandan kapal Kuba luka,” bunyi pernyataan resmi pemerintah Kuba.